Apa Arti Sayonara dalam Bahasa Jepang? Kenapa Orang Jepang Jarang Mengucapkan さようなら

Halo, saya Kodak.

 

さようなら (sayonara) adalah salah satu kata Jepang yang paling terkenal di dunia. Biasanya diterjemahkan sebagai “selamat tinggal”.

Namun, para pelajar sering terkejut saat mengetahui bahwa teman-teman Jepang tidak selalu mengucapkan さようなら ketika berpisah. Sebagai gantinya, mereka mungkin mengucapkan またね, じゃあね, また明日, お疲れさま, atau 失礼します.

Jawaban singkatnya:

さようなら berarti “selamat tinggal”.
Orang Jepang memang menggunakannya, jadi keliru kalau dikatakan mereka tidak pernah mengucapkannya.

Meski begitu, dengan teman, keluarga, rekan kerja, dan orang yang mereka harap akan bertemu lagi dalam waktu dekat, penutur bahasa Jepang sering memilih ungkapan yang lebih spesifik seperti “sampai jumpa”, “sampai besok”, atau “aku pergi dulu”.

Karena itu, さようなら kadang bisa terdengar formal, terasa jauh secara emosional, serius, atau lebih final dibanding “selamat tinggal” dalam bahasa Indonesia.

 

Kodak

Ungkapan bahasa Jepang hari ini adalah さようなら (sayonara)!

Kata ini berkembang dari さようならば, ungkapan yang lebih tua yang artinya kira-kira “kalau begitu” atau “dalam hal itu”.

Awalnya, ungkapan ini membantu pembicara menutup sebuah percakapan atau situasi sebelum berpisah.

 

Apa Arti Sayonara dalam Bahasa Jepang?

さようなら adalah salam perpisahan yang digunakan saat berpisah dengan orang lain. Arti dasarnya dalam bahasa Indonesia adalah:

さようなら (sayonara)
⇒ selamat tinggal
⇒ perpisahan
⇒ selamat tinggal untuk sekarang
⇒ salam perpisahan

 

それでは、さようなら。
Sore dewa, sayōnara.
Kalau begitu, selamat tinggal.

皆さん、さようなら。
Minasan, sayōnara.
Selamat tinggal, semuanya.

長い間、本当にありがとうございました。さようなら。
Nagai aida, hontō ni arigatō gozaimashita. Sayōnara.
Terima kasih banyak selama ini. Selamat tinggal.

Learner
Jadi, apakah さようなら hanyalah versi Jepang dari “selamat tinggal”?
Kodak
Itu terjemahan standar dari kamus, tetapi kedua kata itu tidak selalu punya nuansa sosial yang sama. Penutur bahasa Indonesia memakai “selamat tinggal” dalam banyak situasi biasa, sementara orang Jepang sering memilih salam perpisahan yang menggambarkan kapan mereka akan bertemu lagi, siapa yang pergi, atau hubungan seperti apa yang mereka miliki.

 

Apakah Orang Jepang Benar-Benar Tidak Mengucapkan Sayonara?

Tidak. Orang Jepang memang mengucapkan さようなら.

Pernyataan “orang Jepang tidak pernah mengucapkan sayonara” itu berlebihan. Penjelasan yang lebih tepat adalah:

さようなら adalah salam perpisahan Jepang yang nyata dan lazim.

Namun, ini bukan salam perpisahan default di setiap situasi.

Ketika para pembicara akrab dan berharap bertemu lagi, ungkapan yang berarti “sampai jumpa” sering terdengar lebih hangat dan lebih alami.

 

Misalnya, setelah makan siang dengan teman dekat, mengucapkan またね biasanya terdengar lebih alami daripada mengucapkan さようなら yang serius.

Teman dekat, akan bertemu lagi segera:
またね。
Sampai jumpa.

Teman sekelas, bertemu besok:
また明日。
Sampai besok.

Rekan kerja yang pulang dari kantor:
お疲れさまでした。
Kerja bagus hari ini / Sampai jumpa.

Saat meninggalkan rapat formal atau kantor seseorang:
失礼します。
Permisi / Saya pamit dulu.

 

Learner
Apakah さようなら berarti “aku tidak akan pernah bertemu kamu lagi”?
Kodak
Tidak. Kata itu sendiri tidak secara harfiah berarti “selamanya” atau “kita tidak akan bertemu lagi”. Anak-anak Jepang bahkan memakainya sebagai salam rutin di sekolah. Meski begitu, di antara orang dewasa yang akrab, kadang bisa terasa lebih jauh atau final, karena biasanya tersedia ungkapan “sampai jumpa” yang lebih hangat.

 

Mengapa Sayonara Bisa Terdengar Final, Serius, atau Jauh?

Perasaan itu terutama muncul dari penggunaan dan kontras.

Ketika orang Jepang mengharapkan pertemuan berikutnya, mereka sering menyebutkannya secara eksplisit:

またね
Sampai jumpa.

じゃあ、また
Ya sudah, sampai jumpa.

また明日
Sampai besok.

また来週
Sampai minggu depan.

また連絡するね
Nanti aku hubungi lagi.

 

Ungkapan-ungkapan ini secara aktif mengarah ke pertemuan mendatang. さようなら tidak mengandung janji yang sama.

Kodak
Kontras intinya adalah:

またね ⇒ “Kita akan bertemu lagi.”
さようなら ⇒ “Pertemuan ini berakhir sekarang.”

Itulah sebabnya さようなら bisa terdengar lebih berat secara emosional dalam hubungan yang akrab.

 

Dalam fiksi, lagu, perpisahan hubungan asmara, adegan kelulusan, kepergian yang lama, dan pesan terakhir, penulis bisa memakai kesan yang lebih berat itu secara sengaja.

もう会うことはないでしょう。さようなら。
Mō au koto wa nai deshō. Sayōnara.
Kita mungkin tidak akan bertemu lagi. Selamat tinggal.

Di sini, kesan finalitas muncul dari keseluruhan kalimat dan situasi—bukan dari さようなら saja.

 

Asal-Usul dan Etimologi Sayonara

さようなら berkembang dari ungkapan yang lebih tua, さようならば.

さようなら: struktur kata

さよう / 左様 (sayō)
dengan cara itu; begitu; kalau memang begitu keadaannya

なら / ならば (nara / naraba)
kalau; kalau memang begitu

さようならば
kalau begitu / dalam hal itu

↓ Frasa perpisahan yang menyusul menjadi dipahami dengan sendirinya dan dihilangkan.

さようなら
ya sudah, selamat tinggal

 

Dengan kata lain, ungkapan aslinya tidak berawal sebagai kata mandiri yang berarti “selamat tinggal”. Ia merupakan transisi seperti “kalau memang begitu, maka…”.

Seorang pembicara bisa memakainya untuk menerima situasi saat itu, mengakhiri percakapan, dan bersiap pergi.

Learner
Apa yang hilang setelah “kalau begitu”?
Kodak
Kata-kata yang menyusul tidak harus tetap. Pendengar bisa memahami sesuatu seperti “kalau begitu aku pergi”, “kalau begitu mari berpisah”, atau “kalau begitu, sampai lain kali”. Seiring waktu, ungkapan pembuka itu sendiri menjadi salam perpisahan yang utuh.

 

Kapan Sayonara Menjadi Salam Perpisahan?

Catatan kamus menunjukkan bahwa さようなら pertama kali muncul bersama ungkapan perpisahan lain seperti ごきげんよう. Kata ini kemudian mapan sebagai salam perpisahan yang berdiri sendiri pada akhir zaman Edo.

Bentuk yang lebih pendek さよなら juga terdokumentasi secara historis dan tetap umum sampai sekarang.

Makna penghubung asli:
“kalau begitu” / “dalam hal itu”

Perpisahan transisi:
“kalau begitu, maka… [saya pamit]”

Salam mandiri modern:
“selamat tinggal”

 

Pelafalan dan Penulisan Sayonara

Hiragana standar: さようなら
Hiragana lebih pendek: さよなら
Katakana: サヨウナラ / サヨナラ
Rōmaji: sayōnara / sayounara / sayonara
Mora: さ・よ・う・な・ら (5 mora)

 

Vokal panjang pada よう itu penting. Dalam romanisasi yang cermat, bisa ditulis sayōnara atau sayounara. Ejaan sayonara sangat umum di dunia internasional.

Dalam percakapan alami, さようなら bisa terdengar mendekati さよーなら, dengan bunyi yo ditahan sedikit lebih lama.

Learner
Apakah さよなら salah karena tidak menyertakan ?
Kodak
Tidak. さよなら adalah bentuk singkat yang sudah mapan. Kedua ejaan itu benar, tetapi さようなら bisa terlihat sedikit lebih lengkap atau formal.

 

Apakah Sayonara Ditulis dengan Kanji?

Ejaan kanji historisnya adalah 左様なら atau, dalam bentuk yang lebih lengkap, 左様ならば.

Namun, bahasa Jepang modern biasanya menulis salam perpisahan ini dengan hiragana:

Ejaan modern yang lazim:
さようなら / さよなら

Ejaan historis atau penjelasan:
左様なら / 左様ならば

Menulis salam perpisahan sehari-hari sebagai 左様なら bisa terlihat sengaja kuno atau etimologis.

 

Kapan Sayonara Terdengar Alami?

1. Perpisahan yang Lebih Panjang atau Bermakna

さようなら terdengar alami ketika perpisahan terasa penting, seperti saat pindah, meninggalkan sekolah, mengakhiri tinggal yang lama, atau berpamitan dengan seseorang yang mungkin tidak akan kamu temui untuk sementara.

三年間、本当にありがとうございました。さようなら。
San-nenkan, hontō ni arigatō gozaimashita. Sayōnara.
Terima kasih banyak selama tiga tahun ini. Selamat tinggal.

2. Perpisahan Formal atau Seremonial

Bisa muncul dalam pidato, upacara, pengumuman formal, sastra, dan pesan yang disusun dengan hati-hati.

それでは皆さま、さようなら。
Sore dewa minasama, sayōnara.
Kalau begitu, selamat tinggal, semuanya.

3. Salam di Sekolah dan Kelas

Di beberapa sekolah dan kelas di Jepang, anak-anak memakai 先生、さようなら。皆さん、さようなら sebagai salam tetap di akhir hari.

先生、さようなら。皆さん、さようなら。
Sensei, sayōnara. Minasan, sayōnara.
Selamat tinggal, Pak/Bu Guru. Selamat tinggal, semuanya.

Penggunaan rutin ini menunjukkan mengapa さようなら tidak otomatis berarti “selamanya”.

4. Saat Berbicara dengan Anak-Anak

Orang dewasa bisa memakai さようなら dengan anak-anak karena kata ini jelas, standar, dan umum diajarkan sebagai salam.

気をつけてね。さようなら。
Ki o tsukete ne. Sayōnara.
Hati-hati, ya. Selamat tinggal.

5. Adegan yang Sengaja Dramatis atau Final

Dalam novel, anime, film, lagu, dan adegan putus cinta, さようなら bisa menegaskan jarak emosional atau penutupan.

あなたのことは忘れません。さようなら。
Anata no koto wa wasuremasen. Sayōnara.
Aku tidak akan pernah melupakanmu. Selamat tinggal.

 

Kapan Sayonara Bisa Terdengar Tidak Alami?

1. Berpisah dengan Teman Dekat yang Akan Segera Kamu Temui

さようなら。
Selamat tinggal.
⇒ Benar, tetapi bisa terdengar formal, kaku, atau terlalu serius.

またね。
Sampai jumpa.

じゃあね。
Dah.

2. Berpisah dengan Rekan Kerja di Akhir Hari

Tempat kerja di Jepang umumnya memakai お先に失礼します dan お疲れさまでした.

Orang yang pulang lebih dulu:
お先に失礼します。
Permisi, saya pulang lebih dulu.

Rekan kerja menjawab:
お疲れさまでした。
Kerja bagus hari ini.

Mengucapkan hanya さようなら bisa terdengar jauh karena mengabaikan pertukaran salam yang lazim di tempat kerja.

3. Meninggalkan Rumah

Anggota keluarga biasanya memakai 行ってきます dan 行ってらっしゃい.

Orang yang pergi:
行ってきます。
Aku pergi dan akan kembali.

Orang yang tinggal:
行ってらっしゃい。
Hati-hati / Sampai nanti saat kamu pulang.

Gagasan bawaan tentang “akan kembali” membuat ungkapan-ungkapan ini jauh lebih alami daripada さようなら.

4. Meninggalkan Toko atau Restoran

Pelanggan biasanya tidak perlu mengucapkan さようなら. Tergantung situasinya, mereka bisa mengucapkan ごちそうさまでした, ありがとうございます, atau tidak lebih dari anggukan sopan.

 

Alternatif Alami untuk Sayonara

またね (Mata ne): “Sampai Jumpa”

また berarti “lagi”, dan menambahkan nada ramah dan akrab.

またね
Padanan terdekat dalam bahasa Indonesia: Sampai jumpa / Sampai ketemu lagi
Nada: Ramah dan santai
Cocok untuk: Teman, teman sekelas, keluarga, orang yang sudah akrab

今日は楽しかった。またね!
Kyō wa tanoshikatta. Mata ne!
Hari ini menyenangkan. Sampai jumpa!

じゃあね (Jā ne): “Ya Sudah, Dah”

じゃあ berkembang dari では dan berarti “ya sudah”. Ungkapan ini santai dan sering dipakai untuk menutup percakapan.

じゃあね。気をつけて。
Jā ne. Ki o tsukete.
Dah. Hati-hati, ya.

じゃあ、また (Jā, Mata): “Ya Sudah, Sampai Jumpa”

Menggabungkan penutup percakapan じゃあ dengan janji yang tersirat dalam また.

じゃあ、また来週。
Jā, mata raishū.
Ya sudah, sampai minggu depan.

また明日 (Mata Ashita): “Sampai Besok”

Alami dipakai ketika pertemuan berikutnya sudah pasti.

また明日、学校で。
Mata ashita, gakkō de.
Sampai besok, di sekolah.

バイバイ (Bai Bai): “Bye-Bye”

バイバイ berasal dari bahasa Inggris “bye-bye”. Santai, ramah, dan umum dipakai dengan anak-anak, teman, dan keluarga.

バイバイ!また遊ぼうね。
Bai bai! Mata asobō ne.
Dah! Ayo main lagi.

失礼します (Shitsurei Shimasu): “Permisi; Saya Pamit”

Cocok saat meninggalkan ruang formal, rapat, ruang kerja guru, atau rumah seseorang.

それでは、失礼します。
Sore dewa, shitsurei shimasu.
Kalau begitu, permisi. / Saya pamit dulu.

お疲れさまでした (Otsukaresama Deshita)

Ini salam perpisahan standar setelah kerja, rapat, latihan, pelajaran, atau kegiatan bersama.

今日はありがとうございました。お疲れさまでした。
Kyō wa arigatō gozaimashita. Otsukaresama deshita.
Terima kasih untuk hari ini. Kerja bagus.

 

Sayonara vs Mata ne: Apa Bedanya?

Learner
Keduanya salam perpisahan. Apa cara termudah untuk mengingat perbedaannya?
Kodak

Ingat arah perhatiannya:

さようなら memandang ke berakhirnya pertemuan saat ini.
またね memandang ke pertemuan berikutnya.

 

Contoh: berpisah dengan teman dekat setelah makan siang

またね!
Sampai jumpa!
⇒ Hangat, santai, dan mengandaikan hubungan akan berlanjut.

さようなら。
Selamat tinggal.
⇒ Benar secara tata bahasa, tetapi bisa terdengar formal, jauh, atau terlalu serius.

 

Sayonara vs Jā ne: Apa Bedanya?

さようなら
Standar, utuh, kadang formal atau bermuatan emosi

じゃあね
Santai, khas percakapan, ramah, mirip “dah, ya”

じゃあね。また電話する。
Jā ne. Mata denwa suru.
Dah. Nanti aku telepon lagi.

じゃあね tidak cocok dalam setiap hubungan formal, tetapi jauh lebih alami daripada さようなら di antara teman dekat.

 

Sayonara vs Shitsurei shimasu

失礼します secara harfiah mengakui bahwa pembicara melakukan sedikit “gangguan” sosial—seperti masuk, menyela, atau pergi.

さようなら
Salam perpisahan yang ditujukan kepada lawan bicara

失礼します
Pemberitahuan sopan bahwa pembicara akan pergi atau mengakhiri interaksi

先生、今日はありがとうございました。失礼します。
Sensei, kyō wa arigatō gozaimashita. Shitsurei shimasu.
Terima kasih untuk hari ini, Pak/Bu Guru. Permisi; saya pamit dulu.

Saat meninggalkan ruang kerja guru atau rapat bisnis, 失礼します biasanya lebih berguna daripada さようなら.

 

Bagaimana Sayonara Dipakai dalam Anime, Manga, dan Lagu

Dalam anime, film, novel, dan lagu, さようなら sering dipilih karena bobot emosionalnya.

元気でね。さようなら。
Jaga dirimu. Selamat tinggal.
⇒ Perpisahan yang lembut tetapi bermakna.

これで本当にさようならだ。
Ini benar-benar perpisahan.
⇒ Hubungan atau kisah bersama sedang berakhir.

さようならは言わない。
Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal.
⇒ Pembicara menolak menganggap perpisahan ini final.

過去の自分にさようなら。
Selamat tinggal untuk diriku yang dulu.
⇒ Secara kiasan meninggalkan jati diri atau tahap hidup yang lama.

 

Learner
Mengapa aku lebih sering mendengar さようなら di lagu dan anime daripada di percakapan santai?
Kodak
Cerita dan lagu sering berfokus pada perpisahan, kelulusan, kehilangan, putus cinta, dan perubahan hidup. Jarak emosional さようなら membuatnya kuat dalam adegan-adegan itu, sementara percakapan sehari-hari biasanya butuh sesuatu yang lebih ringan.

 

Frasa Umum dengan Sayonara

さようなら、元気で。
Selamat tinggal. Jaga dirimu.

今までありがとう。さようなら。
Terima kasih untuk semuanya. Selamat tinggal.

皆さん、さようなら。
Selamat tinggal, semuanya.

さようならを言う
mengucapkan selamat tinggal

~にさようならを告げる
berpamitan kepada ~

~とは今日でさようならだ
Hari ini aku berpisah dari ~ / Aku sudahi ~

悲しいさようなら
perpisahan yang menyedihkan

最後のさようなら
perpisahan terakhir

 

Contoh Dialog: Salam Perpisahan Mana yang Harus Kamu Pakai?

Situasi 1: Teman setelah ngopi

A: 今日は楽しかった!
Kyō wa tanoshikatta!
Hari ini menyenangkan!

B: 私も。じゃあ、またね!
Watashi mo. Jā, mata ne!
Aku juga. Ya sudah, sampai jumpa!

またね lebih hangat dan alami daripada さようなら.

 

Situasi 2: Pulang kerja

A: お先に失礼します。
Osaki ni shitsurei shimasu.
Permisi, saya pulang lebih dulu.

B: お疲れさまでした。
Otsukaresama deshita.
Kerja bagus hari ini.

⇒ Pertukaran salam khas tempat kerja lebih alami daripada さようなら.

 

Situasi 3: Seorang siswa meninggalkan ruang kerja guru

Siswa: 先生、ありがとうございました。失礼します。
Sensei, arigatō gozaimashita. Shitsurei shimasu.
Terima kasih, Pak/Bu Guru. Permisi; saya pamit dulu.

失礼します menandai kepergian siswa secara sopan.

 

Situasi 4: Pindah ke negara lain

A: 今まで本当にありがとう。
Ima made hontō ni arigatō.
Terima kasih banyak untuk semuanya.

B: こちらこそ。元気でね。さようなら。
Kochira koso. Genki de ne. Sayōnara.
Aku juga berterima kasih. Jaga dirimu. Selamat tinggal.

⇒ Perpisahan yang panjang dan bermakna membuat さようなら terasa alami.

 

Kesalahan Umum dengan Sayonara

Kesalahan 1: Mengira Orang Jepang Tidak Pernah Memakainya

さようなら tetap merupakan salam perpisahan Jepang yang sah. Persoalan pentingnya bukan apakah kata itu ada, melainkan situasi mana yang cocok untuknya.

Kesalahan 2: Memakainya Setiap Kali Pergi

Terjemahan kamus tidak otomatis menjadikan sebuah ungkapan sebagai pilihan sosial yang paling alami.

Teman: またね / じゃあね
Besok: また明日
Kerja: お先に失礼します / お疲れさまでした
Meninggalkan ruang formal: 失礼します
Meninggalkan rumah: 行ってきます
Perpisahan yang bermakna: さようなら

Kesalahan 3: Menganggapnya Selalu Berarti “Selamanya”

Ungkapan ini bisa membawa kesan finalitas, tetapi kontekslah yang menciptakan makna itu. Salam sekolah yang rutin membuktikan bahwa kata itu sendiri tidak berarti “tidak akan pernah lagi”.

Kesalahan 4: Menulis 左様なら dalam Pesan Sehari-hari

Bentuk kanji berguna untuk menjelaskan etimologi, tetapi pesan modern biasanya memakai さようなら atau さよなら.

Kesalahan 5: Melafalkannya sebagai Empat Suku Kata Pendek

Jangan sampai kehilangan vokal panjang pada よう. Pikirkan lima mora Jepang:

さ・よ・う・な・ら
sa · yo · u · na · ra

 

Tanya Jawab tentang Sayonara

Apa arti sayonara?

さようなら berarti “selamat tinggal” atau “perpisahan”. Ini salam perpisahan Jepang yang standar.

Mengapa orang Jepang tidak mengucapkan sayonara?

Orang Jepang memang mengucapkannya, tetapi sering memakai ungkapan yang lebih spesifik sesuai situasi. Dengan teman dekat, またね atau じゃあね bisa terdengar lebih hangat karena menyiratkan pertemuan berikutnya.

Apakah sayonara berarti selamat tinggal selamanya?

Tidak. Kata ini tidak secara harfiah berarti “selamanya”. Meski begitu, bisa terdengar final atau jauh secara emosional dalam hubungan yang akrab, terutama ketika para pembicara biasanya akan mengucapkan “sampai jumpa”.

Apakah sayonara formal?

Bisa terdengar lebih formal atau lebih utuh daripada salam santai seperti またね dan じゃあね. Nada persisnya bergantung pada hubungan dan situasi.

Apakah sayonara kasar?

Tidak. Tidak kasar. Namun, dalam beberapa situasi santai, bisa terdengar dingin, kaku, atau terlalu serius.

Apa perbedaan antara sayonara dan mata ne?

さようなら berfokus pada mengakhiri pertemuan saat ini. またね berarti “sampai jumpa” dan mengarah ke pertemuan berikutnya.

Apa perbedaan antara sayonara dan jaa ne?

じゃあね adalah “dah, ya” yang santai, dipakai di antara orang yang sudah akrab. さようなら lebih utuh dan bisa terdengar lebih formal atau lebih berbobot.

Bagaimana cara melafalkan sayonara?

Dilafalkan dalam lima mora: さ・よ・う・な・ら. Bagian よう mengandung vokal panjang.

Sayonara atau sayounara?

Keduanya mewakili さようなら. Sayōnara dan sayounara menunjukkan vokal panjang secara lebih eksplisit, sementara sayonara adalah ejaan internasional yang umum.

Bolehkah aku mengucapkan sayonara kepada teman?

Boleh, tetapi kalau kamu berharap segera bertemu lagi, またね, じゃあね, atau frasa spesifik seperti また明日 sering terdengar lebih alami dan ramah.

Apa yang sebaiknya kuucapkan alih-alih sayonara di tempat kerja?

Saat pergi lebih dulu daripada rekan kerja, ucapkan お先に失礼します. Rekan kerja biasanya menjawab お疲れさまでした.

Mengapa sayonara umum di anime dan lagu?

Kata ini pas untuk adegan emosional yang melibatkan perpisahan, kehilangan, kelulusan, putus cinta, atau perubahan besar dalam hidup. Fiksi sering butuh salam perpisahan yang lebih berbobot daripada percakapan sehari-hari.

 

Ringkasan: Arti Sayonara dan Mengapa Orang Jepang Tidak Selalu Memakainya

● Arti
さようなら berarti “selamat tinggal” atau “perpisahan”.

● Asal-usul
Berkembang dari さようならば, yang berarti “kalau begitu” atau “dalam hal itu”.

● Gambaran inti
Interaksi saat ini diterima sebagai selesai, dan para pembicara melanjutkan hidup.

● Mengapa tidak selalu dipakai
Bahasa Jepang punya banyak salam perpisahan yang disesuaikan dengan hubungan dan situasi. Orang yang akrab sering lebih suka frasa yang menjanjikan pertemuan berikutnya.

● Nuansa yang mungkin
Formal, utuh, jauh, serius, atau final—tergantung konteks.

● Alternatif umum
またね = Sampai jumpa
じゃあね = Dah, ya
また明日 = Sampai besok
失礼します = Permisi; saya pamit
お疲れさまでした = Kerja bagus / Sampai jumpa selepas kerja
行ってきます = Aku pergi dan akan kembali

 

Kodak

Jangan menghafal さようなら sebagai kata yang “tidak pernah dipakai” orang Jepang.

Sebaliknya, ingatlah:

さようなら menutup pertemuan saat ini.
またね membuka pintu ke pertemuan berikutnya.

Perbedaan itu akan membantumu memilih salam perpisahan Jepang yang jauh lebih alami!

 

Referensi

Cek info terbaru!