Halo, saya Kodak.
Baik すみません (sumimasen) maupun ごめんなさい (gomen nasai) bisa berarti “maaf” dalam bahasa Jepang — tetapi keduanya tidak bisa saling menggantikan di setiap situasi.
Perbedaan utamanya: すみません adalah ungkapan serbaguna yang dipakai untuk meminta maaf, menarik perhatian seseorang, membuat permintaan yang sopan, bahkan berterima kasih, sedangkan ごめんなさい adalah permintaan maaf yang lebih langsung dan personal, yang memohon pengampunan.
すみません (sumimasen)
⇒ “maaf”, “permisi”, atau kadang “terima kasih”
⇒ Lebih cocok untuk orang asing, situasi layanan, dan permintaan maaf ringan kepada orang yang belum akrab
ごめんなさい (gomen nasai)
⇒ “maaf” atau “maafkan aku”
⇒ Permintaan maaf langsung, sering kali lebih personal dan emosional
⇒ Umum dengan keluarga, teman, pasangan, dan anak-anak
Perbandingan bahasa Jepang hari ini adalah “sumimasen vs gomen nasai”!
Cara paling sederhana untuk mengingat perbedaannya:
すみません menjaga jarak yang sopan dan menangani situasinya.
ごめんなさい langsung meminta orang lain untuk memaafkanmu.
Sumimasen vs Gomen Nasai: Perbedaan Utamanya
| Aspek | すみません Sumimasen | ごめんなさい Gomen nasai |
|---|---|---|
| Makna utama | Maaf / Permisi | Maaf / Maafkan aku |
| Hubungan yang khas | Orang asing, pelanggan, rekan kerja, atasan, orang yang belum akrab | Keluarga, teman, pasangan, anak-anak, orang dengan hubungan lebih dekat |
| Nuansa emosional | Sopan, penuh pertimbangan sosial, kadang kurang personal | Langsung, personal, kadang lebih hangat atau emosional |
| Menarik perhatian | Ya | Biasanya tidak |
| Mengajukan permintaan | Ya | Biasanya tidak |
| Mengungkapkan terima kasih | Ya, terutama saat seseorang repot-repot membantumu | Tidak |
| Permintaan maaf bisnis yang serius | Sering terlalu ringan kalau berdiri sendiri | Biasanya terlalu personal atau informal |
| Bentuk pendek santai | すみません → すいません dalam percakapan santai | ごめんなさい → ごめん / ごめんね |
Apa Arti すみません (Sumimasen)?
すみません adalah salah satu ungkapan paling berguna dalam bahasa Jepang karena menjalankan beberapa fungsi sosial yang berbeda.
① Maaf
② Permisi
③ Boleh saya bertanya…? / Maaf mengganggu
④ Terima kasih — maaf sudah merepotkan
1. Sumimasen sebagai “Maaf”
Pakai すみません untuk permintaan maaf yang ringan atau biasa, terutama dengan orang yang belum kamu kenal baik.
遅れてすみません。
Okurete sumimasen.
Maaf saya terlambat.
ぶつかってしまって、すみません。
Butsukatte shimatte, sumimasen.
Maaf saya menabrak Anda.
連絡が遅くなってすみません。
Renraku ga osoku natte sumimasen.
Maaf saya terlambat menghubungi Anda.
2. Sumimasen sebagai “Permisi”
Pakai すみません untuk menarik perhatian orang asing, memanggil pelayan, atau mulai berbicara dengan seseorang secara sopan.
すみません、駅はどこですか?
Sumimasen, eki wa doko desu ka?
Permisi, stasiunnya di mana ya?
すみません、注文をお願いします。
Sumimasen, chūmon o onegai shimasu.
Permisi, saya mau pesan.
すみません、ちょっといいですか?
Sumimasen, chotto ii desu ka?
Permisi, ada waktu sebentar?
3. Sumimasen Sebelum Sebuah Permintaan
すみませんが berfungsi sebagai penghalus sebelum meminta seseorang melakukan sesuatu.
すみませんが、もう一度言ってください。
Sumimasen ga, mō ichido itte kudasai.
Maaf, bisa tolong diulang sekali lagi?
すみませんが、写真を撮っていただけますか?
Sumimasen ga, shashin o totte itadakemasu ka?
Permisi, bisa tolong fotokan saya?
4. Sumimasen sebagai Ungkapan Terima Kasih
Penutur bahasa Jepang kadang memakai すみません ketika orang lain sudah repot-repot membantu. Rasanya mendekati:
わざわざ届けてくださって、すみません。
Wazawaza todokete kudasatte, sumimasen.
Terima kasih sudah repot-repot mengantarkannya untuk saya.
荷物を持っていただいて、すみません。
Nimotsu o motte itadaite, sumimasen.
Terima kasih sudah membawakan barang saya.
Apa Arti ごめんなさい (Gomen Nasai)?
ごめんなさい adalah ungkapan langsung yang dipakai untuk meminta maaf atas kesalahan sendiri atau memohon agar seseorang memaafkan ketidaksopananmu.
⇒ Maaf
⇒ Maafkan aku
⇒ Saya mohon maaf
約束を忘れて、ごめんなさい。
Yakusoku o wasurete, gomen nasai.
Maaf aku lupa janji kita.
傷つけることを言って、ごめんなさい。
Kizutsukeru koto o itte, gomen nasai.
Maaf aku mengatakan hal yang menyakitkan.
心配をかけて、ごめんなさい。
Shinpai o kakete, gomen nasai.
Maaf sudah membuatmu khawatir.
ごめんなさい terasa sangat alami ketika permintaan maafnya bersifat personal dan hubungannya penting.
Gambaran Inti: Kenapa Sumimasen dan Gomen Nasai Terasa Berbeda
Gambaran Inti すみません: “Ini Tidak Bisa Begitu Saja Dianggap Selesai”
すみません berasal dari kata kerja 済む (sumu), yang berarti sesuatu selesai, beres, atau tuntas.
selesai / beres / tuntas
↓
済みません (sumimasen)
belum beres / aku tidak bisa membiarkan hal ini berlalu tanpa mengakuinya
↓
ungkapan permintaan maaf, perhatian, terima kasih, atau interupsi yang sopan
Penutur masa kini biasanya menulis ungkapan ini dalam hiragana sebagai すみません. Mereka tidak sadar-sadar menganalisis tata bahasanya setiap kali mengucapkannya, tetapi asal-usulnya membantu menjelaskan fungsi sosialnya yang luas: penuturnya mengakui bahwa ada sesuatu yang secara sosial masih “belum tuntas”.
Gambaran Inti ごめんなさい: “Berikanlah Ampunanmu”
ごめんなさい secara historis terkait dengan 御免 (gomen), yang merujuk pada izin, pengampunan, atau maaf, dan なさい (nasai), yang berkaitan dengan bentuk perintah dari なさる.
izin / pengampunan / maaf
+
なさい (nasai)
bentuk yang secara historis berkaitan dengan “lakukanlah”
↓
ごめんなさい
maafkan aku / maaf
Dalam bahasa Jepang modern, ごめんなさい adalah rumusan permintaan maaf yang sudah baku. Penutur asli tidak merasa sedang benar-benar memerintahkan orang lain untuk memaafkan mereka.
Kapan Sebaiknya Memakai Sumimasen?
・kamu sedikit merepotkan orang asing
・kamu menyenggol seseorang
・kamu terlambat untuk pertemuan biasa
・kamu perlu bertanya kepada orang asing
・kamu memanggil pelayan di restoran
・kamu menyela seseorang dengan sopan
・kamu memulai sebuah permintaan
・seseorang sudah repot-repot demi kamu
・kamu meminta maaf ringan kepada rekan kerja atau atasan
すみません、ここに座ってもいいですか?
Sumimasen, koko ni suwatte mo ii desu ka?
Permisi, boleh saya duduk di sini?
お待たせして、すみません。
Omatase shite, sumimasen.
Maaf sudah membuat Anda menunggu.
手伝ってくださって、すみません。
Tetsudatte kudasatte, sumimasen.
Terima kasih sudah membantu saya.
Kapan Sebaiknya Memakai Gomen Nasai?
・kamu langsung meminta maaf atas kesalahanmu sendiri
・kamu menyakiti teman, pasangan, atau anggota keluarga
・kamu mengingkari janji
・kamu melupakan sesuatu yang penting
・kamu ingin permintaan maafmu terdengar personal
・orang dewasa meminta maaf kepada anak
・orang tua atau guru mengajari anak cara meminta maaf
昨日はひどいことを言って、ごめんなさい。
Kinō wa hidoi koto o itte, gomen nasai.
Maaf kemarin aku mengatakan hal yang keterlaluan.
大切な日を忘れて、ごめんなさい。
Taisetsu na hi o wasurete, gomen nasai.
Maaf aku melupakan hari yang penting.
あなたを傷つけるつもりはなかった。ごめんなさい。
Anata o kizutsukeru tsumori wa nakatta. Gomen nasai.
Aku tidak bermaksud menyakitimu. Maaf.
Perbandingan Situasi per Situasi
1. Kamu Tidak Sengaja Menyenggol Orang Asing
Mungkin: ごめんなさい。
Kenapa?
Ini interaksi sosial singkat dengan orang asing. すみません adalah pilihan alami.
2. Kamu Memanggil Pelayan di Restoran
Tidak alami: ごめんなさい!
Kenapa?
Di sini すみません berarti “permisi”. Kamu tidak sedang meminta maaf atas kesalahan.
3. Kamu Menanyakan Arah kepada Orang Asing
Tidak alami sebagai pembuka: ごめんなさい、駅はどこですか?
Kenapa?
Kamu sedang menarik perhatian orang dengan sopan dan sedikit memakai waktunya.
4. Kamu Lupa Ulang Tahun Teman
Juga mungkin: 誕生日を忘れて、すみません。
Bedanya:
ごめんなさい terdengar lebih langsung dan personal. すみません bisa menciptakan sedikit jarak.
5. Kamu Menyakiti Perasaan Pasanganmu
Mungkin, tapi lebih berjarak: 傷つけて、すみません。
Kenapa?
Hubungan personal biasanya menuntut permintaan maaf emosional yang langsung, bukan rumusan sosial yang umum.
6. Kamu Membuat Kesalahan Kecil di Tempat Kerja
Kurang cocok dengan atasan: 確認が遅れて、ごめんなさい。
Kenapa?
すみません lebih baik dalam menjaga jarak profesional.
7. Perusahaanmu Menyebabkan Masalah Serius
Biasanya tidak cocok: ごめんなさい。
Lebih baik: 申し訳ございません。 / 深くお詫び申し上げます。
Kenapa?
Kegagalan profesional yang serius menuntut permintaan maaf yang lebih formal dan berbobot.
8. Seseorang Membawakan Tasmu yang Berat
Tidak cocok: ごめんなさい。
Kenapa?
Kamu sedang mengungkapkan terima kasih sekaligus mengakui beban yang ditanggung orang lain.
Contoh Dialog: dengan Orang Asing
Sumimasen, Shinjuku-eki wa dochira desu ka?
Permisi, Stasiun Shinjuku ke arah mana ya?
B: この道をまっすぐです。
Kono michi o massugu desu.
Lurus saja lewat jalan ini.
A: すみません。ありがとうございます。
Sumimasen. Arigatō gozaimasu.
Terima kasih banyak atas bantuannya.
Contoh Dialog: dengan Teman Dekat
Dōshite kinō konakatta no?
Kenapa kemarin kamu tidak datang?
B: 約束を完全に忘れてた。本当にごめんなさい。
Yakusoku o kanzen ni wasureteta. Hontō ni gomen nasai.
Aku benar-benar lupa janji kita. Maaf banget.
A: 心配したんだよ。
Shinpai shita n da yo.
Aku khawatir, lho.
B: ごめんね。もう忘れない。
Gomen ne. Mō wasurenai.
Maaf ya. Aku nggak akan lupa lagi.
Contoh Dialog: di Tempat Kerja
Kono shiryō, mada todoite imasen.
Dokumen ini belum saya terima.
B: 確認が遅れて、すみません。すぐに送ります。
Kakunin ga okurete, sumimasen. Sugu ni okurimasu.
Maaf pengecekannya terlambat. Saya kirim sekarang juga.
A: お願いします。
Onegai shimasu.
Tolong ya.
Gomen, Gomen Ne, dan Gomen Nasai: Apa Bedanya?
“Maaf” yang sangat santai. Pakai dengan teman dekat, keluarga, atau orang yang setara.
ごめんね (gomen ne)
“Maaf” yang lebih lembut dan hangat. Partikel ね mencari kedekatan emosional atau pengertian.
ごめんなさい (gomen nasai)
Permintaan maaf yang lebih utuh dan hati-hati. Umum dalam hubungan personal dan saat mengajari anak meminta maaf.
本当にごめんなさい (hontō ni gomen nasai)
“Aku benar-benar minta maaf.” Lebih menekan dan tulus.
ごめん、待った?
Gomen, matta?
Maaf, nunggu lama ya?
心配かけて、ごめんね。
Shinpai kakete, gomen ne.
Maaf ya sudah bikin khawatir.
大切なものを壊して、本当にごめんなさい。
Taisetsu na mono o kowashite, hontō ni gomen nasai.
Aku benar-benar minta maaf sudah merusak barang yang penting bagimu.
Sumimasen, Sumimasen Deshita, dan Suimasen
すみません (Sumimasen)
Bentuk bakunya. Cocok untuk permintaan maaf saat itu juga, kesalahan yang baru terjadi, interupsi, atau permintaan.
すみません、通ります。
Sumimasen, tōrimasu.
Permisi, saya lewat.
すみませんでした (Sumimasen Deshita)
Bentuk ini menengok ke sesuatu yang sudah terjadi. Sering cocok saat meminta maaf setelah kejadiannya berlalu.
昨日は連絡できず、すみませんでした。
Kinō wa renraku dekizu, sumimasen deshita.
Maaf kemarin saya tidak sempat menghubungi Anda.
すいません (Suimasen)
すいません adalah pelafalan singkat yang umum dari すみません dalam percakapan santai. Pembelajar akan sering mendengarnya, tetapi すみません adalah bentuk yang lebih aman untuk tulisan dan ucapan yang cermat.
Pelafalan dan Penulisan
Hiragana: すみません
Ejaan kanji: 済みません
Rōmaji: sumimasen
Mora: す・み・ま・せ・ん
ごめんなさい
Hiragana: ごめんなさい
Ejaan kanji: 御免なさい
Rōmaji: gomen nasai
Mora: ご・め・ん・な・さ・い
Dalam tulisan modern yang biasa, kedua ungkapan ini umumnya ditulis dengan hiragana:
すみません
ごめんなさい
Untuk pembelajar, tulislah gomen nasai dengan spasi karena strukturnya jadi lebih terlihat. Ejaan yang disambung, gomennasai, juga umum dalam pencarian dan romanisasi informal.
Bisakah Gomen Nasai Dipakai untuk Arti “Permisi”?
Umumnya tidak. Pembelajar masa kini sebaiknya memakai すみません saat menarik perhatian seseorang.
○ すみません!
△ ごめんなさい!
Menanyakan arah:
○ すみません、道を聞いてもいいですか?
△ ごめんなさい、道を聞いてもいいですか?
Menerobos kerumunan:
○ すみません、通ります。
○ 失礼します。
△ ごめんなさい、通ります。
Secara historis, bentuk-bentuk berbasis 御免 juga dikaitkan dengan meminta izin atau membuka jalan di tengah kerumunan. Namun, dalam bahasa Jepang sehari-hari masa kini, すみません adalah pilihan yang bisa diandalkan untuk “permisi”.
Bisakah Sumimasen Terdengar Kurang Tulus?
Bisa, tergantung hubungan dan seberapa serius kesalahannya.
Karena すみません begitu sering dipakai untuk basa-basi sosial sehari-hari, kata ini bisa terdengar seperti rumusan serbaguna. Kalau kamu sangat menyakiti orang yang dekat denganmu, sebuah ごめんなさい yang langsung, disusul penjelasan konkret dan tindakan, bisa terasa lebih personal.
遅くなって、すみません。
Maaf saya terlambat.
Lebih personal:
大事な約束なのに遅れて、本当にごめんなさい。
Aku benar-benar minta maaf sudah terlambat, padahal ini janji yang penting.
Ungkapan Mana yang Sebaiknya Dipakai kepada Atasan?
Untuk gangguan kecil atau kesalahan biasa, すみません bisa diterima dalam percakapan.
確認が遅れて、すみません。
Kakunin ga okurete, sumimasen.
Maaf pengecekannya terlambat.
Untuk kesalahan besar, keluhan pelanggan, tenggat yang terlewat, atau permintaan maaf resmi secara tertulis, pakailah ungkapan yang lebih kuat.
Mōshiwake arimasen.
Saya sangat menyesal.
申し訳ございません。
Mōshiwake gozaimasen.
Saya mohon maaf sebesar-besarnya. / Saya sangat menyesal.
ご迷惑をおかけして、申し訳ございません。
Gomeiwaku o okake shite, mōshiwake gozaimasen.
Saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
深くお詫び申し上げます。
Fukaku owabi mōshiagemasu.
Kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya.
Panduan Praktis Tingkat Kesopanan
Berikut ini adalah panduan yang berguna, bukan urutan universal yang kaku. Nada bicara dan konteks bisa mengubah efeknya.
ごめん
Maaf.
⇒ Teman dekat dan keluarga
ごめんね
Maaf ya.
⇒ Hangat dan personal
ごめんなさい
Maaf / Maafkan aku.
⇒ Permintaan maaf personal yang cermat
すみません
Maaf / Permisi.
⇒ Interaksi sopan sehari-hari
申し訳ありません
Saya sangat menyesal.
⇒ Pekerjaan, permintaan maaf formal, kesalahan besar
申し訳ございません
Saya mohon maaf sebesar-besarnya.
⇒ Layanan pelanggan dan permintaan maaf yang sangat formal
深くお詫び申し上げます
Kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya.
⇒ Pernyataan resmi tertulis dan insiden serius
Sumimasen dan Gomen Nasai di Anime dan Manga
Anime dan manga memakai pembedaan dasar yang sama, tetapi dialognya bisa dipendekkan, diperkuat, atau digayakan.
Gomen!
Maaf!
ごめんね。
Gomen ne.
Maaf ya.
⇒ Lembut dan emosional
本当にごめんなさい!
Hontō ni gomen nasai!
Aku benar-benar minta maaf!
すみません、先輩。
Sumimasen, senpai.
Maaf, Senpai.
⇒ Menjaga jarak sosial atau rasa hormat
すみませんでした!
Sumimasen deshita!
Saya benar-benar minta maaf!
⇒ Sering diucapkan sambil membungkuk setelah membuat kesalahan
ごめんで済んだら警察はいらない。
Gomen de sundara keisatsu wa iranai.
“Kalau cukup dengan minta maaf, polisi tidak akan dibutuhkan.”
⇒ Cara dramatis untuk mengatakan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kesalahan 1: Memakai Gomen Nasai untuk Memanggil Pelayan
○ すみません、注文いいですか?
Di sini すみません berarti “permisi”. Tidak ada kesalahan yang perlu diminta maafkan.
Kesalahan 2: Memakai Sumimasen untuk Semua Permintaan Maaf Serius
○ 遅れて、すみません。
Masalah serius dengan pelanggan:
Lebih baik: 多大なご迷惑をおかけし、申し訳ございません。
Kesalahan 3: Mengira Gomen Nasai Sekadar “Kurang Sopan”
ごめんなさい bisa terdengar cermat dan tulus. Keterbatasannya bukan karena otomatis kasar; melainkan karena sering terlalu personal untuk hubungan yang formal atau berjarak.
Kesalahan 4: Menulis Suimasen dalam Teks Formal
すいません
Ucapan dan tulisan yang cermat:
すみません
Kesalahan 5: Hanya Bilang Maaf Tanpa Menyebut Masalahnya
Agar permintaan maaf terasa bermakna, bahasa Jepang — seperti bahasa Indonesia — biasanya terdengar lebih tulus kalau kamu menyebutkan apa yang kamu lakukan.
ごめんなさい。
Lebih spesifik:
約束を忘れて、本当にごめんなさい。
Dengan tanggung jawab dan tindakan:
約束を忘れて、本当にごめんなさい。次からは必ずカレンダーに入れます。
Aku benar-benar minta maaf sudah melupakan janji kita. Mulai sekarang aku pasti akan mencatatnya di kalender.
Tanya Jawab tentang Sumimasen vs Gomen Nasai
Apa perbedaan antara sumimasen dan gomen nasai?
Sumimasen adalah ungkapan sopan yang serbaguna, dipakai untuk permintaan maaf, “permisi”, permintaan, dan kadang terima kasih. Gomen nasai adalah permintaan maaf personal yang langsung memohon pengampunan.
Mana yang lebih sopan: sumimasen atau gomen nasai?
Sumimasen umumnya lebih tepat untuk orang asing, atasan, dan orang yang belum kamu kenal baik. Gomen nasai bisa terdengar lebih personal dan tulus dengan orang yang dekat denganmu.
Bolehkah aku mengatakan gomen nasai kepada orang asing?
Boleh, terutama kalau kamu jelas-jelas melakukan kesalahan. Untuk senggolan kecil, gangguan sesaat, atau permintaan, sumimasen biasanya lebih alami.
Bolehkah aku memakai sumimasen dengan teman?
Boleh. Tergantung penutur dan situasinya, kata itu bisa terdengar sopan, sedikit berjarak, formal secara bercanda, atau sekadar kebiasaan. Gomen dan gomen ne lebih santai dan akrab.
Bisakah sumimasen berarti terima kasih?
Bisa. Kata ini bisa mengungkapkan rasa terima kasih ketika seseorang sudah repot-repot demi kamu. Rasanya menggabungkan terima kasih dengan pengakuan atas beban yang ditanggung orang tersebut.
Bisakah gomen nasai berarti permisi?
Tidak sebagai pilihan modern yang bisa diandalkan. Pakai sumimasen untuk menarik perhatian, memanggil pelayan, menanyakan arah, atau memulai permintaan yang sopan.
Apa perbedaan antara gomen dan gomen nasai?
Gomen santai. Gomen nasai adalah permintaan maaf yang lebih utuh dan cermat. Gomen ne terdengar lebih lembut dan hangat.
Apakah suimasen itu benar?
Suimasen adalah pelafalan singkat yang umum dalam percakapan santai. Pakai bentuk baku sumimasen dalam tulisan dan ucapan yang cermat atau formal.
Bagaimana cara meminta maaf kepada atasan dalam bahasa Jepang?
Untuk kesalahan kecil, sumimasen bisa diterima. Untuk kesalahan serius, pakai mōshiwake arimasen atau mōshiwake gozaimasen dan jelaskan dengan jernih masalahnya serta tindakan perbaikannya.
Bagaimana cara mengatakan “aku benar-benar minta maaf” dalam bahasa Jepang?
Dengan orang yang dekat, katakan 本当にごめんなさい (hontō ni gomen nasai). Dalam situasi formal, katakan 本当に申し訳ありません atau 誠に申し訳ございません.
Sebaiknya aku menulis gomennasai atau gomen nasai?
Kedua romanisasi itu muncul di internet. Gomen nasai lebih mudah bagi pembelajar karena memperlihatkan batas internal ungkapannya. Dalam bahasa Jepang, tulislah ごめんなさい.
Apa kanji untuk sumimasen dan gomen nasai?
Bentuk kanjinya adalah 済みません dan 御免なさい. Dalam tulisan modern yang biasa, bentuk hiragana すみません dan ごめんなさい lebih umum.
Ringkasan: Sebaiknya Kamu Bilang Sumimasen atau Gomen Nasai?
kamu meminta maaf ringan kepada orang asing, menarik perhatian seseorang, memulai permintaan, menyela dengan sopan, atau berterima kasih kepada orang yang sudah repot demi kamu.
● Pakai ごめんなさい ketika:
kamu langsung meminta maaf atas kesalahanmu sendiri dan ingin permintaan maafmu terdengar personal, terutama dengan keluarga, teman, atau pasangan.
● Pakai 申し訳ありません / 申し訳ございません ketika:
kesalahannya serius, bersifat profesional, atau memengaruhi pelanggan maupun atasan.
● Gambaran inti すみません:
“Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa penyelesaian.”
● Gambaran inti ごめんなさい:
“Maafkan aku.”
Kalau kamu ragu, ingatlah aturan ini:
Orang asing, permintaan, atau “permisi” ⇒ すみません
Kesalahan personal dan permohonan maaf langsung ⇒ ごめんなさい
Permintaan maaf profesional yang serius ⇒ 申し訳ありません
Referensi
- Kotobank: 済みません — struktur dan penggunaannya untuk permintaan maaf, terima kasih, dan permintaan.
- Kotobank: 御免なさい — permintaan maaf dan permohonan ampun atas ketidaksopanan.
- Kotobank: 御免 — makna yang berkaitan dengan izin, pengampunan, dan maaf.
- Kotobank: なさい — latar historis dan gramatikal.
- The Japan Foundation, Irodori Starter (kunci jawaban) — panduan bahwa すみません cenderung lebih formal dan ごめん lebih informal.
- The Japan Foundation, Irodori Starter (daftar kosakata) — makna untuk pemula, romanisasi, dan notasi aksen.
- Institut Nasional Bahasa dan Linguistik Jepang: ungkapan permintaan maaf — すみません dan ごめんなさい sebagai ungkapan maaf yang langsung.
- NINJAL: penggunaan すみません dalam bahasa Jepang — pertimbangan antarpribadi dan perbedaan budaya.
- NINJAL: 申し訳ございません — pembahasan bahasa permintaan maaf yang formal.